
Berdasarkan data Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM (Kemkop UKM) Yuana Sutyowati mengatakan jumlah usaha mikro ada sebanyak 58,91 juta unit, usaha kecil 59.260 unit dan usaha besar 4.987unit.
Yang penting lagi pada tahun 2018, UMKM itu menyumbang 96% dari 170 juta tenaga kerja atau sekitar 121 juta. Pertumbuhannya tiap tahun 5%,” katanya. Berarti tahun 2022 diperkirakan tenaga kerja terserap di sektor UMKM adalah 147 juta.
Kendati demikian, kontribusi UMKM masih sangat kecil dalam kegiatan ekspor dan investasi, sehingga ke depan masih memiliki potensi yang sangat besar. Berdasarkan simulasi yang dilakukan KEIN, jika 10 persen saja dari UMKM yang ada mengalami kenaikan kelas, hal tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional tembus 7 persen. “Pertumbuhan ekonomi di atas 7 persen dapat terwujud apabila UMKM diberdayakan,” imbuhnya, sebagaimana dikutip dari katadata.co.id.
Berdasarkan hasil riset World Bank, ada empat permasalahan UMKM.
1. Tidak punya akses pembiayaan.
2. Tidak punya akses dan peluang usaha.
3. Kapasitas SDM dan kelembagaan UMKM.
4. Regulasi dan birokrasi.
Terkait dengan SDM banyak UMKM ketika ingin mengembangkan usahanya sangat sulit mendapatkan SDM yang sudah terlatih dan menguasai bidang usaha yang digelutinya. Kalau mengambil istilah Balance Score Card (BSC) perspektif internal prosesnya menjadi kurang baik karena SDM yang kurang terlatih dan sulit untuk dikembangkan ( growth)
Untuk itulah UMKM membutuhkan jasa untuk mengalihkan pekerja recruitment, payroll dan accounting kepada perusahaan outsourcing yang ahli dan menguasai bidang itu. Sehingga perusahaan bisa fokus untuk melakukan penetrasi market, memasuki pasar baru atau membuat produk dan inovasi baru.
Selain itu UMKM akan naik kelas dengan fokus pada kegiatan ekspor dan investasi. Selain itu UKM juga dengan semakin rapih adminstrasi dan terstruktur organisasinya maka bisa mencoba masuk ke pasar modal dengan skema papan akselerasi yang dikhususkan untuk UMKM agar dapat mengakses permodalan dari pasar modal melalui Go Public. Sehingga mereka memiliki uang yang cukup untuk mengembangkan usahanya.
Semua itu bisa terlaksana kalau perusahaan sudah mempersiapkan SDM yang cukup untuk pengembangan usahanya. Sekarang anda tidak perlu susah susah mencari tinggal serahkan pada ahlinya yaitu perusahaan jasa outsourcing.




